This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 12 Juni 2016

laporan manajemen kesuburan tanah 2016


I.    PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Mempertahankan kesuburan tanah pada tingkat memuaskan dan pada waktu yang sama juga menghasilkan tanaman yang menguntungkan merupakan masalah yang tidak mudah. Ia berhubungan dan bergantung dari berbagai faktor yang berubah-ubah dan bukan sifat kesuburan. Faktor ini secara nyata menentukan tingkat dari berbagai masalah kesuburan dan sebaiknya dipengaruhi cara kita mempertahankan kesuburan.

Kesuburan tanah sebenarnya mempunyai dua pengertian yaitu kesuburan tanah dan produktifitas tanah. Kesuburan tanah merupakan daya kesanggupan tanah secara alami untuk memberikan hasil atau untuk menyediakan hara dalam jumlah cukup dan seimbang. Produktifitas tanah adalah daya kesanggupan tanah untuk memberikan hasil maksimum dengan menggunakan teknik pengelolaan/manajemen tanah sebaik-baiknya.

Kesuburan tanah selanjutnya ditentukan oleh keadaan fisik, kimia dan biologi tanah. Keadaan fisika tanah antara lain kedalaman efektif tanah yaitu dalamnya lapisan tanah dimana perakaran tanaman dapat berkembang secara bebas, tekstur, struktur, kelembaban dan tata udara. Keadaan kimia tanah antara lain reaksi tanah, banyaknya unsur hara dan cadangan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman dan pH tanah. Keadaan biologi tanah yaitu bahan organik, humifikasi, mineralisasi dan peninkgatan nitrogen udara.

Secara umum dapat dikatakan bahwa tanah yang subur adalah tanah yang mempunyai kedalaman efektif yang cukup dalam (lebih dari 150 cm), bertekstur lempung, remah, pH tanah 6,5, mempunyai kegiatan jasad renik atau jasad hidup tanah yang tinggi, kandungan unsur haranya cukup bagi pertumbuhan tiap jenis tanaman.

Dalam pertanian dan peternakan penggunaan sisa tanaman, pupuk kandang dan kacang-kacangan merupakan gabungan sederhana yang dapat dipakai penyusun berbagai faktor kesuburan. Usaha penanaman jagung biasanya dilakukan secara intensif dan menggunakan pupuk buatan.

Tanah yang cocok untuk digunakan oleh tanaman jagung adalah tanah gembur dan subur karena tanaman jagung memberikan aerase dan drainase yang baik dengan kedalaman zona perakaran yang cukup yaitu 1 – 1,7 m, jagung dapat tumbuh dengan baik pada berbagai jenis tanah. Tanah lempung berdebu adalah tanah yang baik untuk pertumbuhannya.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka perlu dilakukan pengamatan kesuburan tanah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman yang diberi berbagai jenis dan dosis pupuk.

B.     Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis dosis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.). Sedangkan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan praktikum ini yaitu sebagai bahan informasi bagi praktikan tentang pengaruh pemberian berbagai jenis dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.).

C.    Hipotesis

Hipotesis dari praktikum ini yaitu sebagai berikut :
1.    H0 : Tidak ada pengaruh pemberian berbagai jenis dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.).
2.    H1 : Ada pengaruh pemberian berbagai jenis dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.).





II.    TINJAUAN PUSTAKA
A.    Konsep Kesuburan Tanah

Dalam konsep kesuburan tanah pada dasarnya mengkaji kemampuan suatu tanah untuk menyuplai unsur hara yang tersedia bagi tanaman untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman. Unsur hara dalam bentuk tersedia dapat diserap oleh tanaman. Kelebihan unsur-unsur yang tersedia ini dapat meracuni tanaman. Suplai unsure hara tersedia dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah yaitu sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Ketiga sifat ini saling berinteraksi mengondisikan tanah, apakah subur atau tidak. Kesuburan tanah selalu berkonotasi dengan produktivitas suatu tanah yang diperlihatkan oleh hasil tanaman/satuan luas tanah (Lahuddin, 2007)

1.    Kesuburan fisik

Kekurangairan air dalam tanah menghambat pelarutan pupuk dan pelepasan ion haranya serta aliran massa dan difusi larutan hara dari tanah ke akar. Kekeringan tanah juga memekatkan larutan pupuk yang dapat merusakkan jaringan tanaman karena plasmolisis. Perkolasi cepat dalam jumlah banyak akan melindi banyak bahan pupuk yang terlarutkan. Pupuk juga dapat hilang akibat terbawa aliran permukaan. Pelindi unsure hara pupuk meningkat dalam tanah bertekstur kasar karena daya tambat lengas dan haranya kecil. Struktur dan konsistensi tanah menentukan kerapatan akar dan jangkauan penjalarannya (Notohadiprawiro et. al.2006).

Tekstur tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman, dimana dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman jagung ideal tumbuh pada tanah bertekstur lempung, sedangkan kentang ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir ketimbang yang bertekstur liat dan pasir berlempung (Foth, 1984).

Pengaruh bahan organik terhadap sifat fisika tanah adalah terhadap peningkatan porositas tanah. Porositas tanah adalah ukuran yang menunjukkan bagian tanah yang tidak terisi oleh bahan padat tanah yang terisis oleh udara dan air. Pori-pori tanah dapat dibedakan pori mikro, pori meso dan pori makro. Pori dalam tanah akan menentukan perbandingan tata udara tanah dan tata air yang baik (Suntoro, 2003).

2.    Kesuburan Kimia

Tanah yang mengandung unsur hara yang optimum untuk nutrisi tanaman, tidak terlalu asam dan bebas dari unsur-unsur toksik/racun dapat dianggap mempunyai kesuburan kimia. Kesuburan tanah sebagai median untuk pertumbuhan tanaman tidak tergantung pada pengadaan air, udara, unsur hara dan suhu tanah. Tanah cukup lunak dan cukup memungkinkan untuk terjadinya perkecambahan dan perkemangan akar yang baik. Tanah perlu memiliki ukuran pori yang merata, sehingga mudah terjadi gerakan udara maupun air yang menunjang perkembangan akan suhu di daerah perakaran harus berkisar pada batas-batas tertentu yang tidak berbahaya sehingga tanah tersebut memiliki kesuburan fisik, karena keduanya secara seimbang penting bagi kesuburan tanah keseluruhan (Indranada, 1989).
Semakin tinggi pemberian nitrogen semakin cepat pula sintesa karbohidrat yang diubah menjadi  protein dan protoplasma. Akan tetapi kalau terlalu banyak akan menghambat pembungaan dan pembuahan pada tanaman. Sebaliknya, kekurangan unsur nitrogen dapat menyebabkan sel tanaman yang terbentuk kecil, warna daun menjadi hijau kekuning-kuningan, dan mudah rontok serta produknya rendah (Kartasapoetra, 1988).

Fungsi utama kalium bagi tanaman adalah membantu dalam pembentukan protein dan karbohidrat, memperkuat jaringan tanaman agar daun dan buah tidak mudah gugur. Selain itu, kalium berguna sebagaikekuatan bagi tanaman untuk menghadapi kekeringan dan penyakit (Lingga, 1999).

Pengaruh keasaman tanah pada pertumbuhan tanaman adalah melalui pengaruhnya pada ketersediaan anasir hara yang diperlukan tanaman. Tanah-tanah berkeasaman tinggi (pH rendah) mengandung kationn-kation besi dan aluminium bebas dalam takaran banyak yang mampu menyerap ion fosfat sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Pada pH tinggi, kation mangan juga akan menyerap anion fosfat sehingga tidak tersedia bagi tanaman (Poerwowidodo, 1993).

3.    Kesuburan Biologi

Pendekatan yang kurang komprehensif terhadap kesuburan tanah selama ini yakni hanya memfokuskan dari faktor kimianya saja telah terbukti menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas tanah dalam jangka panjang. Selain faktor kimia berupa unsur makro dan mikro yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, faktor biologis (biokimia) yang terutama dimainkan oleh mikroba juga sangat penting. Berbagai senyawa organic yang dihasilkan oleh mikroba dalam proses dekomposisi berbagai bahan organic di alam berperan dalam memacu merangsang pertumbuhan, mempercepat proses pembungaan, meningkatkan proses biosintesis senyawa biokimia, menghambat pathogen, bahkan juga meningkatkan produksi senyawa metabolit sekunder sebagai bahan baku obat, pestisida dan sebagainya (Aryantha et. al., 2002).

Santun Sitorus, (1985) dalam bukunya yang berjudul: “Evaluasi Sumber Daya Lahan”, mengemukakan bahwa semua makluk hidup baik yang masih hidup maupun yang sudah mati mempunyai pengaruh terhadap pembentukan tanah. Peranan vegetasi dalam pembentukan tanah ditentukan oleh sistim perakaran, kemampuan menghasilkan bahan organik dan tajuk daunnya. Vegetasi merupakan sumber primer bahan organik sisa-sisa tanaman yang telah mati, antara lain daun, ranting, akar dan batang dari tanaman keras (plans) maupun tanaman muda (crops).

Pupuk kandang dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah karena bahan organic dari pupuk kandang digunakan oleh mikroorganisme sebagai sumber energi. Dalam proses dekomposisi, mikroorganisme memerlukan karbon dan unsure hara untuk memperoleh energi dan zat penyusun tubuhnya dalam pertumbuhannya (Anna, et al., 1985).

4.    Kesuburan Klimatik

Iklim berpengaruh langsung atas suhu tanah dan keairan tanah serta berdaya pengaruh tidak langsung pula lewat vegetasi. Hujan dan angin dapat menimbulkan degradasi tanah karena pelindian (hujan) dan erosi (hujan dan angin). Energi pancar matahari menentukan suhu badan pembentuk tanah dan tanah dengan demikian menentukan laju pelapukan bahan mineral dan dekomposisi serta humifikasi bahan organik. Semua proses fisik, kimia dan biologi bergantung pada suhu. Air merupakan pelaku proses utamadi alam,menjalankan proses alihragam (transformation) dan alihtempat (translocation) dalam tubuh tanah, pengayaan tubuh tanah dengan sedimentasi, dan penyingkiran bahan dari tubuh tanah dengan erosi, perkolasi dan pelindian (Notohadiprawiro, 1993).

Di Negara-negara tropis seperti Indonesia, kekuatan jatuh air hujan dan kemampuan aliran permukaan menggerus permukaan tanah adalah merupakan penghancur utama agregat tanah. Agregat tanah yang sudah hancur kemudian diangkut oleh aliran permukaan, mengikuti gaya gravitasi sampai ke suatu tempat dimana pengendapan terjadi. Keseluruhan proses tersebut, aitu penghancuran agregat, pengangkutan partikel-partikel tanah, dan pengendapan partikel tanah disebut sebagai erosi tanah (Dariah et al., 2003).

Temperatur merupakan suatu ukuran intensitas panas. Jarak hidup tumbuh optimal pada kisaran temperatur sangat sempit. Sebagian besar tanaman pertanian membutuhkan kisaran temperatur 15oC – 40oC untuk pertumbuhan maksimalnya. Respirasi, permeabilitas dinding sel, serapan air dan hara, transpirasi, aktivitas enzim dan koagulasi protein (Poerwowidodo, 1993).

B.    Pupuk Organik

Pemberian bahan organik (misalnya pupuk kandang) merupakan salah satu cara dalam upaya meningkatkan kualitas tanah tersebut (Sanchez, 1992). Bahan organik adalah jumlah total semua substansi yang mengandung karbon organik di dalam tanah, terdiri dari campuran residu tanaman dan hewan dalam berbagai tahap dekomposisi, tubuh mikroorganisme dan hewan kecil yang masih hidup maupun yang sudah mati, dan sisa-sisa hasil dekomposisi. Beberapa manfaat pemberian bahan organik adalah meningkatkan kandungan humus tanah, mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi pengurasan hara yang terangkut dalam bentuk panenan dan erosi, memperbaiki sifat-sifat dan memperbaiki kesehatan tanah. Bahan organik dalam tanah berfungsi untuk meningkatkan kesuburan fisik, kesuburan kimia dan kesuburan biologi, demikian pula sebaliknya (Widiana, 1994).

Peranan bahan organik dengan hasil akhir dekomposisi berupa humus dapat meningkatkan kesuburan fisik tanah. Humus mempunyai luas permukaan dan kemampuan adsorpsi lebih besar daripada lempung. Sehingga meningkatkan kemampuan mengikat air. Sifat liat (plastisitas) dan kohesi humus yang rendah meningkatkan struktur tanah yang kurang sesuai pada tanah bertekstur halus dan meningkatkan granulasi (pembutiran) agregat sehingga agregat tanah lebih mantap. Agregasi tanah yang baik secara tidak langsung memperbaiki ketersediaan unsur hara. Hal ini karena agregasi tanah yang baik akan menjamin tata udara dan air tanah yang baik pula, sehingga aktivitas mikroorganisme dapat berlangsung dengan baik dan meningkatkan ketersediaan unsur hara. Peranan bahan organik dalam meningkatkan kesuburan fisik tanah juga dengan mengurangi plastisitas dan kelekatan serta memperbaiki aerasi tanah. Humus juga menyebabkan warna tanah lebih gelap sehingga penyerapan panas (Syukur, 2005).

Fungsi bahan organik dalam meningkatkan kesuburan kimiawi adalah pengikatan atau penyerapan ion lebih besar, meningkatkan kapasitas pertukaran kation. Humus merupakan kompleks koloidal dengan modifikasi lignin poliuronida, lempung, protein dan senyawa lain berfungsi sebagai misel yang kompleks. Misel mengandung muatan negatif dari gugus –COOH dan –OH yang memungkinkan pertukaran kation meningkat. Fungsi bahan organik dalam meningkatkan kesuburan kimiawi juga akibat penurunan hilangnya unsur hara karena pelindian sebab bahan organik mengikat ion dan immobilisasi N, P, dan S, pelarutan sejumlah unsur hara terutama fosfat dan mineral oleh asam-asam organik sehingga membantu pelapukan kimia mineral dan sebagai gudang unsur hara. Pengaruh bahan organik bagi kesuburan biologis tanah adalah untuk membentuk jaringan tubuh mikroorganisme dan sumber energi bagi mikroorganisme tanah sehingga populasi mikroorganisme meningkat sehingga meningkatkan ketersediaan unsur hara (Buckman & Brady, 1982).

C.    Pupuk An-organik

Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia anorganik berkadar hara tinggi.  Misalnya urea berkadar N 45 – 46% (setiap 100 kg urea terdapat 45 – 46 kg hara nitrogen). Ada beberapa keuntungan dari pupuk anorganik, yaitu (1) pemberiannya dapat terukur dengan tepat, (2) kebutuhan tanaman akan hara dapat dipenuhi dengan perbandingan yang tepat, (3) pupuk anorganik tersedia dalam jumlah cukup, dan (4) pupuk anorganik mudah diangkut karena jumlahnya relative sedikit dibandingkan dengan pupuk organic. Pupuk anorganik mempunyai kelemahan, yaitu hanya selain mempunyai unsure makro, anorganik ini sangat sedikit ataupun hampir tidak mengandung unsur hara mikro (Lingga dan Marsono, 2000).

Pupuk anorganik atau pupuk buatan dapat dibedakan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk.  Pupuk tunggal adalah pupuk yang hanya mengandung satu unsur hara misalnya pupuk N, pupuk P, pupuk K dan sebagainya.  Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara misalnya N + P, P + K, N + K, N + P + K dan sebagainya (Hardjowigeno, 2004).

1.    Urea
Pupuk urea pada tanah pertanian biasanya diperuntukan untuk tanaman sayur-sayuran karena pupuk ini sangat berguna dalam pembentukan material tanaman dan pertumbuhan vegetatif daun, sedangkan pupuk TSP dan KCL lebih diperuntukan untuk mempercepat pembungaan dan peningkatan kualitas tanaman. Kombinasi dari ketiga pupuk tersebut sangat sangat dibutuhkan untuk memperoleh pertumbuhan yang baik pada tanaman (Danarti dan Najiarti, 1992).

Kombinasi pupuk urea,TSP, dan KCL sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan material tanaman dan pertumbuhan vegetatif daun, batang, dan akar serta dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit (Sumarno, 1986). Pemberian kombinasi pupuk Urea, TSP, dan KCL pada takaran yang berbeda dapat memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap pertumbuhan tanaman.

2.    TSP

Pupuk TSP merupakan pupuk buatan dengan rumus molekul Ca (HP2 PO4) dengan kadar PO2 pupuk 44-53%. Pupuk ini dibutuhkan tanaman untuk merangsang pembungaan, pertumbuhan akar dan mepercepat daya serap hara tanaman. Sedangkan pupuk KCL merupakan pupuk buatan dengan kandungan kalium pupuk 60-63%. Pupuk ini sangat dibutuhkan tanaman sebagai katalis enzim dan membuat tanaman tahan terhadap penyakit dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap stress lingkungan ( Pijoto, 1995).

    Pupuk TSP mengandung phosfor (P) sebanyak 53%. Phosfor sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, terutama pada pertumbuhan akar permulaan sehingga akan meningkatkan daya serap hara tanaman (Suprapto, 1992). Selanjutnya Anonim (1995) menyatakan bahwa phosfor merangsang pertumbuhan akar, mempercepat pembungaan, masaknya buah dan biji, serta sebagai penyusun lemak dan protein (Sarief, 1995). Phosfor juga sangat berperan aktif dalam mentransfer energi di dalam sel dan berfungsi merubah karbohidrat seperti tepung menjadi gula serta meningkatkan kerja kloroplas.

    Widana (1991) menyatakan bahwa tanaman menyerap phosfor dalam bentuk ion HPO2 dan ion H2PO4  tergantung pada PH larutan tanah tersebut. Pada PH 4 ion phosfor di dominasi oleh bentuk H2 PO4-  tetapi pada PH 9 phosfor lebih banyak dalam bentuk HPO42-.

3.    NPK

Nitrogen merupakan salah satu unsur hara dalam pertumbuhan tanaman yang pada umumnya sangat berperan pada pembentukan atau pertumbuhan bagian-bagian vegetatif tanaman seperti daun, batang, dan akar. Namun bila diberikan terlalu banyak dapat memperlambat pembungaan dan pembuahan tanaman. Nitrogen merupakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman sebab merupakan penyusun protoplasma secara keseluruhan (Seopardi, 1979).

Nitrogen mempunyai peranan yang cukup penting dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman terutaman daun karena N berperang dalam pembentukan klorofil, peningkatan kandungan protein dalam tanaman dan meningkatkan pertunasan. Menurut Viets (1965), bahwa meningkatnya pertumbuhan protein dalam jaringan tanaman dipengaruhi oleh N dalam tanaman.

Kalium bukan merupakan komponen bahan organik namun keberadaannya mutlak dibutuhkan dalam proses metabolisme tanaman (Rinsema, 1986). Kalium selalu diserap lebih awal dibanding N dan P. Kalium sangat erat hubungannya terhadap patogen (Yosagara, 1996).

Ketersediaan nitrogen merupakan faktor dominan yang menentukan laju berbagai proses yang mengakibatkan pembentukan benih. Tanggap positif terhadap nitrogen telah diketahui dalam banyak pertanaman benih rumput-rumputan tropika. Hal ini bertentangan dengan konsepsi umum yang menyatakan bahwa nitrogen meningkatkan pertumbuhan vegetatif dengan melebihi perkembangan reproduktif. Konsepsi demikian timbul dari hasil penelitian yang menunjukkan korelasi negative antara kandungan nitrogen dengan pembungaan (Mugnisjah & Setiawan, 1995).

4.    KCl

KCL  merupakan zat hara yang paling penting bagi tanaman dengan kadar kalium 60-63%. Keuntungan pupuk ini tidak mudah hilang atau tercuci air tanah. Pada tanah yang mengandung cukup K akan menghasilkan tanaman yang berkualitas tinggi. Pemberian kalium yang cukup akan memberikan polong yang baik dan berisi penuh (Suprapto,1992).

Kalium sangat berperang dalam membuka dan menutupnya stomata, proses  potosintesis, dan pengaturan permeabilitas sel (Getcheli,1973). Defesiensi K menunjukkan gejala merah pada tulang daun, tunas mudah menjadi kurus dan mudah mati (Oezer,1993).

D.    Teknik Pemupukan

Penempatan yang tepat dan saat pemberian merupakan faktor sangat penting dalam pemupukan. Tanggapan tanaman, penghindaran kerusakan, dan ketidakrepotan dan pemberian yang ekonomik harus diperhatikan. Agar efektif, pupuk harus diberikan di tempat dan disaat tanaman memerlukannya. Pemberian setahun sekali untuk beberapa hara tertentu dapat tidak cukup dan untuk hara yang lain tidak perlu. Pipik yang gampang larut, dengan konsentrasi tinggi tidak dapat diberikan pada tanaman-tanaman yang sedang tumbuh, terutama bila masih muda, karena kerusakan akibat garam (Harjadi, S. S., 1996).

1.    Larikan

Caranya, buat parit kecil disamping barisan tanaman sedalam 6-10 cm. Tempatkan pupuk di dalam larikan tersebut, kemudian tutup kembali. Cara ini dapat dilakukan pada satu atau kedua sisi baris tanaman. Pada jenis pepohonan, larikan dapat dibuat melingkar di sekeliling pohon dengan jari-jari 0,5-1 kali jari-jari tajuk. Pupuk yang tidak mudah menguap dapat langsung ditempatkan di atas tanah. Setelah itu, larikan tidak perlu ditutup kembali dengan tanah. Hindari membuat larikan hanya pada salah satu sisi baris tanam karena menyebabkan perkembangan akar tidak seimbang. Karena itu, aplikasi pupuk kedua harus ditempatkan pada sisi yang belum mendapatkan pupuk (bergantian). Biasanya cara ini dilakukan untuk memberikan pupuk susulan. Tanaman dengan pertumbuhan cepat dan perakaran yang terbatas disarankan untuk menggunakan cara larikan.

2.     Penebaran Secara Merata di Atas Permukaan Tanah

Cara ini biasanya dilakukan sebelum penanaman. Setelah penebaran pupuk, lanjutkan dengan pengolahan tanah, seperti pada aplikasi kapur dan pupuk organik. Cara ini menyebabkan distribusi unsur hara dapat merata sehingga perkembangan akarpun lebih seimbang. Tidak disarankan untuk menebar pupuk urea karena sangat mudah menguap.

3.    Pop Up 

Caranya, pupuk dimasukkan ke lubang tanam pada saat penanaman benih atau bibit. Pupuk yang digunakan harus memiliki indeks garam yang rendah agar tidak merusak benih atau biji. Cara ini lazim menggunakan pupuk jenis SP36, pupuk organik, atau pupuk slow release.

4.     Penugalan

Caranya, tempatkan pupuk ke dalam lubang di samping tanaman sedalam 10-15 cm. Lubang tersebut dibuat dengan alat tugal. Kemudian setelah pupuk dimasukkan, tutup kembali lubang dengan tanah untuk menghindari penguapan. Cara ini dapat dilakukan disamping kiri dan samping kanan baris tanaman atau sekeliling pohon. Jenis pupuk yang dapat diaplikasikan dengan cara ini adalah pupuk slow release dan pupuk tablet.

5.    Fertigasi

Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan pada tanaman melalui air irigasi. Lazimnya, cara ini dilakukan untuk tanaman yang pengairannya menggunakan sistem sprinkle. Cara ini telah banyak diterapkan pada pembibitan tanaman Hutan Tanaman Industri (HTI), lapangan golf, atau nursery tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. Lewat cara ini, akurasi dan penyerapan pupuk oleh akar dapat lebih tinggi. Pada pertanian intensif pemupukan sering dilakukan berkali-kali sehingga beberapa cara diatas dapat dilakukan bersama-sama dalam satu musim tanam.

E.    Tanaman Jagung

Jagung (Zea mays. L.) merupakan kebutuhan yang cukup penting bagi kehidupan manusia dan hewan. Jagung mempunyai kandungan gizi dan serat kasar yang cukup memadai sebagai bahan makanan pokok pengganti beras. Selain sebagai makanan pokok, jagung juga merupakan bahan baku makanan ternak. Kebutuhan akan konsumsi jagung di Indonesia terus meningkat. Hal ini didasarkan pada makin meningkatnya tingkat konsumsi perkapita per tahun dan semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia (Kanisius, 1993).

1.    Botani Tanaman Jagung

a.    Klasifikasi
Menurut  muhadjir (1988) sistematika tanaman jagung adalah sebagai berikut:
Divisio        : Spermotophyta
Sub divisio    : Angiospermae
Klas        : Monocotyledonae
Ordo        : Tripaceae
Famili         : Poaceae
Genus        : Zea
Spesies    : Zea mays L.

Tanaman jagung termasuk jenis rumput-rumputan (graminae). Secara garis basar tanaman jagung terdiri atas empat kelompok : a) Zea mays indurata sturt; b) Zea mays inderata sturt; c) Zea mays everata sturt dan, d) Zea mays saccharata sturt. Tanaman jagung termasuk tanaman padi-padian, dan dalam kedaan baik tingginya dapat mencapai beberapa meter, tergantung varietasnya, iklim, teknik budidaya, dan kesuburan tanah.

b.    Morfologi

Jagung termasuk tanaman berakar serabut yang terdiri dari 3 tipe akar yaitu akar seminal, akar adventif, dan akar udara. Akar seminal tumbuh dari radikula dan embrio. Akar adventif disebut juga akar tunjang, akar ini tumbuh dari buku paling bawah, yaitu sekitar 4 cm di bawah permukaan tanah. Sementara akar udara adalah akar yang keluar dari dua atau lebih dari buku terbawah dekat permukaan tanah (Purwono dan Hartono, 2005).

Batang jagung tidak bercabang berbentuk selinder, dan terdiri dari beberapa ruas. Batang jagung terisi oleh berkas-berkas pembuluh, seolah-olah tidak beraturan. Batang jagung beruas-ruas antara 8-12 ruas sedangkan tinggi tanaman berbeda antara 1,5-3 m tergantung varietasnya (Effendi, 1985).

Daun tanaman jagung memanjang dan keluar dari buku-buku batang. Jumlah daun terdiri dari 8-48 helaian tergantung varietasnya. Daun terdiri dari tiga bagian, yaitu kelopak daun, lidah daun, dan helaian daun. Kelopak daun umumnya membungkus batang. Antara kelopak  dan helaian terdapat lidah daun yang disebut ligula (purwono dan hartono,2005)

Bunga jagung tidak memiliki petal dan sepal sehingga disebut bunga tang a tak lengkap. Bunga jagung  juga termasuk bunga tidak sempurna karena bunga jantan dan betina barada pada bunga yang berbeda (puwono,dkk,2005). Bunga jantang (staminate) dan bunga betina terdapat pada satu tanaman yang letaknya terpisah, bunga jantang terletak pada ujung tanaman sedangkan bunga betina sepanjang pertengahan  batang dan berada disalah satu ketiak daun. Staminate terbentuk pada saat tanaman sudah mencapai pertengahan umur dan didalamnya terdapat benang sari dan pada benang sari terdapat kentung sari yang berjumlah 3 pasang yang memiliki sekitar 2500 butir tepungsari (Kanisius,1993).

Bunga betina menpunyai putik yang terus memajang keluar dari dari kelobot sampai bunga dibuahi yang disebut rambut jagung. Umumnya bunga jantan 1-3 hari lebih dahulu masak dibandingan bunga betina sehingga umumnya penyerbukan silang yang umumnya terjadi (Danarti dan Najiyati,1997). Semakin siap bunga dibuahi, maka semakin bertambah jum lah rambut yang keluar melewati ujung tongkol jagung. Rambut-rambut ini menempel pada tongkol jagung yang merupakan tempat menempelnya calong biji, sebagai tempat menympan persediaan makanan, hasil daun berupa protein, zat pati, minyak dan hasil lain (Kanisius,1993).

Biji jagung tersusun rapi pada tongkol. Dalam satu tongkol terdapat 200-400 biji. Biji jagung terdiri dari tiga bagian. Bagian paling luar disebut pericarp. Bagian atau lapisan kedua yaitu endosperm yang merupakan cadangan makanan biji. Sementara bagian paliang dalam yaitu embrio atau lembaga (purwono dan hartono, 2005).

c.    Syarat Tumbuh
Setiap tanaman dalam proses hidupnya selalu membutuhkan persyaratan tumbuh. Demikian pula dengan tanaman jagung. Persyaratan tumbuh yang sesuai diharapkan dapat menunjang tingkat produksi, sesuai dengan harapan para petani (Kanisius, 1993).

1.    Iklim

Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal. Suhu optimum antara 23oC - 30oC. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl (http://fendy-muet.blogspot.com/, 30 April 2011).

Suhu optimm untuk pertumbuhan jagung berkisar antara 24 – 25oC. suhu optimal yang diperlukan untuk perkecambahan adalah 30 – 32oC, untuk pembungaan sampai pemasakan adalah 30oC. Intensitas radiasi matahari sangat diperlukan dalam jumlah yang cukup, sesuai dengan sifat tanaman jagung sebagai golongan tanaman C4. Sebaiknya jagung medapat cahaya matahari yang langsung, tanpa adanya naungan (Nurmala, 2003).





DAFTAR PUSTAKA

Dariah, A., F. Agus, S. Arsyad, Sudarsono dan Maswar. 2003.  Hubungan antara karateristik tanah dengan tingkat erosi pada lahan usahatani berbasis kopi di Sumberjaya, Lampung Barat. Jurnal Tanah dan Iklim No. 21 (Des):68-86
Buckman, H.O. dan Brady, 1982. Ilmu Tanah. Penerjemah : Soegiman. Bharata Karya Aksara, Jakarta. Hal. 131-191.
 Foth, H. D., 1984.
Harjadi, S. S., 1996. Pengantar Agronomi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Hardjowigeno, 2004.
Kartasapoetra, A. G., 1988. Teknologi Budidaya Tanaman Pangan di Daerah Tropik. Jakarta. Bina Aksara.
Lahuddin, 2007. Aspek Unsur Mikro dalam Kesuburan Tanah. Pidato Pengukuhan  Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara. Medan.
Lingga, P., 1999. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta. Penebar Swadaya.
Mugnisjah, W. Q. dan A. Setiawan, 1995. Produksi Benih. Bumi Aksara. Jakarta.
Notohadiprawiro, T., 1998. Tanah dan Lingkungan. DIKJEN PT DEPDIKBUD. Jakarta
Nurmala, T., 2003. Serealia Sumber Karbohidrat Utama. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Poerwowidodo, 1993. Telaah Kesuburan Tanah. Angkasa Bandung. Bandung.
Sanchez, P.A., 1992. Sifat dan Pengelolaan Tanah Tropika. Alih bahasa : Amir Hamzah. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Suntoro, W. A., 2003. Peranan Bahan Organik terhadap Kesuburan Tanah dan Upaya Pengelolaannya. Jurnal Ilmu Tanah Fakultas Pertanian USU.
Syukur, A., 2005. Pengaruh pemberian bahan organik Terhadap sifat-sifat tanah dan pertumbuhan caisim di tanah pasir pantai. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 (1) (2005)
Widiana, G.N., 1994. Peranan EM-4 dalam Meningkatkan Kesuburan dan Produktifitas Tanah. Buletin Kyusei Nature Farming.

Rao, S., 1975. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. UI Press. Jakarta.


Sabtu, 16 Januari 2016

materi UAS

Energi mekanik
Pengertian hukum kekekalan energi mekanik adalah bahwa energi mekanik ada di dalam suatu sistem energi kinetic dan juga energi potensial. Energi kinetic berarti energi gerak seperti salah satu contohnya adalah baling baling angin untuk penggerak pembangkit listrik. Sedangkan untuk energi potensial didasarkan pada suatu benda energi yang disimpan dan tidak dapat melakukan usaha sendiri, seperti energi kinetic.
Misal, ada sebuah bola bowling tidak memiliki energi kinetic karena tidak bergerak. Tetapi memiliki sejumlah energi potensial yang besar yang nantinya akan dirubah menjadi energi kinetic ketika bola bowling tadi jatuh ke tanah karena adanya gaya gravitasi. Sehingga kita bisa mengetahui bahwa tanpa adanya gerak maka tidak akan bisa dikatakan sebagai energi kinetic.

Pengertian Energi Mekanik dan Contohnya

Pengertian energi mekanik dan contohnya adalah bahwa energi mekanik adalah hasil sejumlah dari energi potensial dan energi kinetic yang hadir di dalam komponen komponen sustem mekanis. Untuk contohnya generator yang dirancang secara khusus untuk menghasilkan listrik. Namun tanpa adanya sumber energi generator tidak akan bisa berjalan.
Untuk itu, biasanya generator akan menggunakan air atau angin sebagai sumber daya untuk menghasilkan listrik. Contoh yang lain adalah mesin pembakaran internal di dalam mobil mengubah energi kimia dalam bahan bakar menjadi energi mekanik yang digunakan untuk membuat mobil bergerak. Tanpa adanya bahan bakar, mustahil mobil akan bergerak tanpa adanya sumber energi.
Untuk menghitung suatu energi kinetic ada beberapa penjelasan seperti Potensi energi ( Ep ) merupakan hasil kali ketinggian benda di atas tanah ( h ), massa ( m ) dan percepatan gravitasi bumi ( g, yaitu 9,8 m / s2 ). Pernyataan diatas dihitung sebagai Ep = h x m x g.Energi kinetic suatu benda ( Ek ) adalah hasil kali dari ½ massa dan kecepatan kuadrat ( v ). Massa diberikan dalam kg tinggi dalam meter per detik ( m/s ) dan energi dilambangkan dengan joule ( j ). Energi mekanik dapat dilambangkan sebagai Ep + Ek.
Pengertian Energi Mekanik dan Penjelasan Singkat. Selain Energi potensial gravitasi yang dibeberkan pada bola bowling yang jatuh, ada energi potensial yang bersifat elastic seperti contoh karet, busur panah, dan juga pegas.
Benda yang jatuh ke bawah karena gravitasi akan meninggalkan jejak. Semakin tinggi dan semakin berat benda yang jatuh ke bawah, maka bekas jatuh pada benda itu akan semakin dalam. Karena massa yang berat, tanah yang terkena jatuh suatu benda akan mempunyai lubang yang lebih dalam dibandingkan dengan benda dengan massa yang ringan. Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian energi mekanik beserta contohnya.
Kapasitas Kalor
Kapasitas kalor (C) = banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu seluruh bendasebesar satu derajat. Dengan demikian, benda yang mempunyai massa m dan kalor jenis c mempunyai kapasitas kalor sebesar:
C = mc
Keterangan :
C = kapasitas kalor
m = massa benda (Kg)
c = kalor jenis (J/Kg.K)

contoh soal
1.      Berapa kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan 1 kg air yang bersuhu 20C menjadi 100C jika diketahui kalor jenis air 1000 J/kgC.

Diketahui :
m = 1 kg
c = 1000 J/kgC

ΔT = 100C - 20C = 80C

Ditanya :
Q . . . ?
Jawab :
Q = m. c ΔT
Q = 1. 1000. 80
Q = 80.000 J





                                                                                                                                          
Satuan kapasitas kalor benda (C)
Untuk menurunkan satuan kapasitas kalor (C), kita oprek saja persamaan kapasitas kalor (C) di atas :
Satuan Sistem Internasional untuk kapasitas kalor benda = J/K (J = Joule, K = Kelvin
Catatan :
Pertama, skala celcius dan skala Kelvin mempunyai interval yang sama. Karenanya selain menggunakan Co, kita juga bisa menggunakan K. Mengenai hal ini sudah gurumuda jelaskan pada pokok bahasan Termometer dan Skala suhu (bagian terakhir).
Kedua, kkal bisa diubah menjadi Joule menggunakan tara kalor mekanik (tuh di atas)



Senin, 21 Desember 2015

Hanya sebuah bayangan Penyesalan

aku masih ingat aku pernah bersusah payah ketika saat itu,, hanya aku lupa kapan setidaknya aku mengingat bulannya kenapa aku pilih Desember untuk nebak dia karna itu adalah sebagian dari namanya...payah jadi orang pengecut kaya aku hanya melawan rasa malu aja ngak bisa, jadinya kan kaya begini.
hatinya sakit, pikirannya lelah, hatinya gundah, tapi sebenarnya aku tuh udah berusaha, berdoa, tapi ngak juga bisa ???? apa lagi yang yang harus aku coba???
"tak ada soal yang bilangannya di ketahui tapi tidak bisa di selesaikan" sebenarnya aku tuh selalu bohong dengan perasaan ku sediri, masalah aku gak punya pacar sekarang itu karna hanya ada satu nama yang membuat aku tetap bertahan dengan perasaan seperti ini....... :(
hati ini rasanya perih ketika saat kau berkata lain,,,
kebodohan ku adalah aku pernah ninggalin orang yang benar benar sayang sama aku lalu aku biarkan dia menangis dan itu semua karna aku lebih memilih orang yang belum tentu sayng sama aku.. ( ya kamu bebek)
seandainya waktu itu aku lebih dewasa untuk memilih tetap aku mungkin tak seperti ini...
rasanya aku ingin mengulang waktu ini agar aku bisa meminta maaf pada Dia yang menyayangiku, dan aku akan melupakan kamu bebek. padahal aku mendapatkannya banyak perjuangan. tapi kenapa aku biarkan dia menangis ketika aku tlah berhasil meraihnya.. seandainya aku sekarang ada didekatmu, aku akan bilang V aku ngak tau mau ngomong apa aku kehabisan kata kata untuk aku ucapkan ke kamu,, aku tau kalau aku salah aku udah ngecewaiin kamu bikin kamu nangis...aku gak pantes kamu maafin makanya semenjak saat itu aku gak berani untuk gangguin kamu,,
tapi untuk mengenangya sebelum habis bulan D,, v maafin aku ya untuk semua kesalahan aku,,,



dear Desember
hasan     

Minggu, 20 Desember 2015

Alat Alat BMKG Beserta Cara Kerjanya




LAPORAN MATA KULIAH KLIMATOLOGI
TENTANG NAMA ALAT DAN CARA KERJA  ALAT-ALAT BMKG
KARANG PLOSO












OLEH

NAMA : FUAD HASAN
NIM : 2014330033
P.S : AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS : PERTANIAN





UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG
2015




BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
STASIUN KLIMATOLOGI KARANG PLOSO

Description: 1439553672-BMKG-Karang-Ploso.jpg

BMKG mempunyai status sebuah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND), dipimpin oleh seorang Kepala Badan. BMKG mempunyai tugas : melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyelenggarakan fungsi 
Letak stasiun ini terdapat di Jalan Zentana No 33 Karangploso Malang 65152. Jika berdasarkan titik koordinatnya terletak di garis lintang: 0754’05” LS, dan digaris bujur :11235’48" BT, didirikan tahun 1998, dan dikelola langsung oleh BMKG pusat.

Tujuan pendirian stasiun adalah:
1.      Mengamati cuaca untuk keperluan prakiraan musim
2.      Untuk membantu didalam bidang pertanian dalam hal penentuan awal musim tanam yang baik
3.      memberikan informasi cuaca daerah Jawa Timur, khususnya wilayah Kota Malang dan sekitarnya.
4.      Berfungsi sebagai koordinator pengumpulan data curah hujan seluruh Jawa Timur.
 










Taman Alat
Taman alat ini letaknya disusun sedemikian rupa tergantung dari situasi lokasi setempat. Taman alat disini mempunyai ukuran pxl 60 m x 40 m. Dengan luas 2400 meter persegi, alat0alat disini sudah tergolong lengkap dan mempunyai standart WMO (World Meteorogical Organozation), yatiu organisasi tentang meteorologi Internasional yang mana bertugas memberikan standart pada alat-alat.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXcfbsgWS7i286tLLnSgPckLqUXqQ3wMZ7bx12AnNjEx6FESh5wT6-iyh8_o52Qi0ZWK_5_TzHeBgHdyI0navxeS4uddnATfITZf_YNycWtTcR8VvnwZU_tcIfIQ38AYk4UQq0U88_0-Q/s1600/taman+alat.jpg
Taman Alat Karangploso

Syarat Lokasi 
§  Tanah hendaknya luas dan datar jauh dari gedung-gedung
§  sudut pandangan 45o berumput pendek ,kanan-kiri tidak boleh ada bangunan /pohon yg tinggi disekitarnya.
§  Diberikan pagar, yang mana untuk menghindari gangguan binatang atau anak-anak
§  Lebih baik lagi jika terletak diwilayah pertanian
Alat-Alat
Diarea taman alat, tentu didalam tempat berumput dan berkeliling pagar-paagar itu terdapat sebuah alat pengujian terhadap iklim. Alat-alat ini banyak sekali, diantaranya ada alat untuk pengukur curah hujan, alat pengukur radiasi matahari, alat pengukur tekanan angin, alat pengukur kelembaban udara, dan lainnya.
Berikut uraian alat-alat tersebut:



1.      Lysimeter
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnBzwshM5UyP9kh43cp_bMQJxlt4tGMlkFK_eclJ18CSURCyvpoKbPQksXslQhrpGZuDg_uFYjFWvK6XR9KlG0lwgjc5dKLAK1Kpiep0RxyJ-2uNvXeIx4bCr4qI1ih5nDcNcvPK-RaSg/s1600/lysimeter+land.jpg
Tempat permukaan tuang air
Alat ini berguna untuk mengukur penguapan air didalam tanah yang mana ditanah tempat pengujian tersebut terdapat beberapa jenis tanah dengan keadaan permukaan yang berbeda. Seperti permukaan satu dengan yang lain, ada yang terdapat tanah kosong (bare Land), tanah yang ditanami rumput, tanah yang ditanami pepohonan kecil, dan bisa juga tanah berpasir.

Tempat kran pembuka air sisa
Cara kerja Lysimeter
Cara kerja alat ini adalah, tiap pagi, kira-kira pukul 07.00 atau 08.00 waktu setempat. Atau berpedoman sebelum matahari terlalu tinggi juga bisa, tuang air pada masing-masing tanah pengujian sebanyak 8 liter air. Setelah itu tunggu sampai 24 jam. Ambil air melalui kran yang berada dibagian bawah, dan kemudian dilakukan pengukuran, berapa liter jumlah air yang meluap (sisa air).
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgliy3mx1yP0x9RfvSlwCscApFOoDGP3rdkNN6M0SSrk11mFzORN6AouCDuESMFVGbOmoevVY-Lk4rshQyYAYsYgjD_s5CaxMSUeKfOntyzEHvTvraEXa7s5C2Zwv6oZiq0MMM7pfBNjlM/s1600/lyssimeter.png
Cara Kerja Lysimeter

2.      Gun Bellani Integrator Radiation
Gun bellani digunakan untuk mengukur pemanasan bumi oleh matahari. Semakin besar selisih nya, maka semakin banyak panas yang diserap oleh bumi. Atau digunakan untuk mengukur penguapan permukaan.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7or1FnahdbbUeV_9fx5Fb-c49yytMV2Oo_rNK-Wgk5CDCG6Ynmj5uqqhbvRSwnkaoXwVQEa7fqcR0tm790obTvySk9D2_Lx-_zfXVVKqvhv6TleDNzklr1mxzirQFXT_sbD9LI4ZyBuI/s1600/Gun+bellani.jpg
Gun Bellani
Cara kerja alat : Sewaktu memasang alat dipagi hari, alat dibalik dan dikembalikan sehingga permukaan air dalam tabung mendekati nol. Air dalam alat volumenya konstan dan bila kena cahaya matahari akan menguap dan berkondensasi sehingga air turun kebawah.
Cara hitung alat ini bisa menggunakan satuan Calori/Langley, atau dengan Joule. Jika kalori maka rumus yang dipakai adalah:
(ml air yang turun - 0 (Curah hujan) x 20,8) dan jika Joule:
(ml air yang turun - o (curah hujan) x 4,2)
0 diatas menunjukkan jumlah curah hujan.
3.      Soil Thermometer (Thermometer Tanah)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBeLaH3H-9CXQSSjuKR-QQhdT0q79lTDsVFronkewFH1eTWdm9ImO3Gighl6Ki351Njnf5bpdrWr7WqnQLr_LcV_f0ypdCn4MmVnE1DFoV1fqg7kvcaHx43CZC074YgCtv6G9zfOZIuZI/s1600/termo.jpg
Termometer Tanah
Termometer tanah berfungsi sebagai pengukur suhu didalam tanah. Termometer tanah ini terdiri dari dua jenis, yaitu termometer tanah berumput dan termometer tanah gundul. Tiap termometer disusun sedemikian rupa dengan jenis kedalaman yang berbeda-beda. Diantara kedalaman tersebut menurut WMO adalah: kedalaman 0 cm, 2cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm, dan 1 meter. Perlakuan ini dilakukan karena tiap kedalaman tanah mempunyai perbedaan suhu sesuai dengan kemampuan penyinaran matahari terhadap objek tanah.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVeTKGtmeB4M_8xzlVfP4YabRlI7PR-1TmuTIHIT16nClhe0k67_AJ2BnyojpXRLQj37tSATXN8-_Lk9zM8n72DJOf1w_rJPzVK-9DlhrfNYN17f6l65KFU1ilK9DdLOlpd6WUPCU3_LQ/s1600/termometer.jpg
Termometer Tanah Gundul

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrwAMPcBJ6MM98x6DGTAaXWCzYXqJb5nKIMH72YbUbOzr4kjAKtANwYBIOWr51BGIpmbeIDGdQbRIOxQtbqUX2BP0-jzmLUakfY0aLxH3Y2XRI1ZQowkeg2_qpxyTQqk__1bRLR5ht5hY/s1600/termometer+rumput.jpg
Termometer Tanah Berumput
Cara Kerja Alat : Hanya diletakkan dikedalaman masing-masing, kemudian dicatat pada jam-jam tertentu yaitu jam: 07.00, 09.30, 13.00, 17.00. Biasanya kedalaman termometer akan memberikan suhu yang terkecil. Seperti suhu yang kami catat kemarin dengan kedalaman urut mulai dari 0 cm sampai 1 meter :40.4 derajat, 38.2 derajat, 30.8 derajat, 27.6 derajat, 27.6 derajat, 28.5 derajat, 28.0 derajat. Satuan derajat diatas menggunakan celcius.

4.      Oven Pan Evaporimeter
Panci penguapan (Oven Pan Evaporimeter) adalah suatu alat yang berfungsi sebagai pengukur penguapan air, satuannya adalah milimeter (mm). 
ukuran oven pan adalah : tinggi alat 25.4 cm, diameter alat 120.7 cm. alat ini dilengkapi dengan:
1.    Thermometer air six bellani (thermometer apung), yaitu berfungsi mengukur suhu dalam air Dalam Oven Pan Evaporimeter.
2.    Alat pengukur tinggi permukaan air ( Hook Gauge), alat Ini berfungsi menjaga kestabilan air didalamnya dari angin atau yang lainnya. sehingga air yang ada didalamnya tetap stabil dan untuk menjaga keakuratannya.
Cup counter anemometer, tinggi 05 meter. fungsi alat : pengukur  kecepatan angin rata-rata harian, satuan km / jam. keterangan  : Prinsip kerja seperti gerakan spedometer sepeda motor dalam satuan
km/jam. kecepatan angin rata-rata harian adalah selisih pembacaan angka dibagi 24 jam.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitGDGUWxW-vX8NJFgxA8yo28Pr4sfnD0CgvkEc3ISnQ2-DHDWhcvVurOCZa3K52MXAHTttfLUHSnPcObDFNnev5cNXIUG9ZO40-Qelrau28NR7PN1p52U9kTOLtVTv5jLZVeaJfs6ZQ8g/s1600/Open+Pan.jpg
Gambar Oven Pan: Hook Gauge (Tabung), termometer apung (termometer sx bellani), Dan Cup Counter (gambar sebelah kanan sendiri)

5.    Anemometer 10 Meter
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLg4VToHBph1wxkiVT1qfJeMXl_MIliNR3i8Z_zcr7Y0dyfxaZlzer0DWLaO2DaX-6UTdYNoLLz3shaD0x2da5Xz5jesPjewYffZerOMa6-kD8c5Fz-hNuYw69LF7OlyWZlum3I4nhGYk/s1600/anemometer+10m.jpg
Anemometer 10 meter
Namannya saja anemometer 10 meter, tentu anemometer ini mempunyai ketinggian 10 meter. ketinggian ini sudah standart dari wmo (world metereological organization).  alat ini diatas berfungsi mengukur kecepatan angin, cara kerjanya adalah : angin yang bertiup akan menggerakkan cup dan mengarahkan wing pin ke arah mata angin. setelah itu, kecepatan laju putaran dan arah angin akan dikirim kedalam wind meter seperti dambar dibawah ini
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX1mywH_Cy2hf7pL6qgcviBzEVcpMXBATGCnx-WoQ_FQtehftg9tpa6S74A8uFmtaqsickPyYeRqLD-bBi7T2phbdyLHeQBOAKLs_7DsKPmOa3aKoQ-P16zcBQZLhEdhd-THKB_-j9O8U/s1600/anemometer+data.jpg
wind meter anemometer
gamabar diatas menunjukkan bahwa angin mengarah ke arah timur, tepatnya di 10-160 derajat arah pukul lima.
anemometer diatas terdiri dari :
1.    Cup counter yang berfungsi menerima angin dan kemudian ia berputar-putar, 
2.    Wing pin, berfungsi sebagai menujuk arah mata angin. sangkar metereologi
Sangkar meteorologi pada umumnya dipasang di taman alat-alat meteorology. Pemasangan alat-alat meteorologi di dalam sangkar dimaksudkan supaya hasil pengamatan dari tempat-tempat dan waktu yang berbeda dapat dibandingkan satu sama lain. Selain itu, alat-alat yang terdapat di dalam sangkar akan terlindung dari radiasi matahari langsung, hujan, dan debu. Sangkar cuaca dibuat dari kayu yang baik sehingga tahan terhadap perubahan cuaca. Sangkar dicat putih supaya tidak banyak menyerap radiasi panas matahari.

Description: 20151216_083145.jpg
Sangkar meteorologi
Sangkar dipasang dengan lantainya yang berada 120 cm di atas tanah, panjang 60cm, dan lebanya 40cm pemansangan ini sudah merupakan aturan standar internasional WMO. sangkar harus dipasang  dengan kuat menggunakan pondasi yang dicor beton sehingga tetap kokoh dari angin kencang. selain itu agar tidak mudah di makan rayap. sangkar mempunyai dua buah pintu dan dua jendela yang berlubang-lubang. Lubang ini memungkinkan adanya aliran udara. Temperatur dan kelembaban udara di dalam sangkar mendekati/hampir sama dengan temperatur dan kelembaban udara di luar. Sangkar dipasang dengan pintu membuka menghadap utara-selatan, sehingga alat-alat yang terdapat di dalamnya tidak terkena radiasi matahari langsung sepanjang tahun. Jika matahari berada pada belahan bumi selatan pintu sebelah utara yang dibuka untuk observasi atau sebaliknya.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcUQO-xoRmfzYH4JsLHxSaJa5aZk_p4OlrWgOBD-_Ow3HKHoQuSfwRmVIMMiHTHP0h69ob2NcfE7gj34upNsfQuwmz3nR0QsW7_ocMqugedUiCfJv8uMip5bCKIlzSEDJJZMmHKwadGXs/s1600/sangkar.jpg
urut dari kiri: piche, psycrometer, dan termohigrograf

didalam sangkar metereologi, terdapat beberapa alat tentunya, alat-alat tersebut adalah:

psycrometer, adalah tatanan, atau tempat untuk menata termometer dengan letak vertikal dan horizontal. terdiri dari 4 termometer, yaitu: 

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVOMW5gUK4Z0QLE6kUXAyEJlXnJAwHtuC3vI1KQOJidOuqY2Lxaot1ROzkFSSHIC2nFWnAuOZsSw0ItJFJ_5qd5QrjLN2w3VlKJrWrRgMI634G2O7wrrFKYxQ_h6Swb93uK-V1sUHx_V4/s1600/psycrometer.jpg

1.    Termometer maximum dan minimum, dipsang dengan posisi horizontal, termometer ini berguna untuk mengukur suhu paling kecil dan paling besar. termometer minimum digunakan untuk mengukur suhu terkecil dan dapat berubah-ubah suhunya sedangakan mengenai termometer suhu makasimum, yaitu bila suhu didalam sangkar mencapai suhu tertinggi, maka termometer ini akan tetap menunjukkan suhu tersebut sampai petugas mencatat dan mengembalikan ke posisi 0.

2.    Termometer basah dan kering. ipasang dengan posisi vertikal. adalah termometer air raksa dalam bejana kaca bertujuan mengukur suhu udara aktual yang terjadi (termometer bola kering), tabung air raksa dibiarkan kering untuk mengukur suhu udara sebenarnya. adapun thermometer bola basah adalah thermometer yang pada bola air raksa (sensor) dibungkus dengan kain basah agar suhu yang terukur adalah suhu saturasi/ titik jenuh, yaitu suhu yang diperlukan agar uap air di udara dapat berkondensasi. suhu udara didapat dari suhu pada termometer bola kering, sedangkan rh (kelembaban udara) didapat dengan perhitungan khusus.
Piche, yaitu alat yang berfungsi mengukur penguapan dalam ruangan dan Termohigrograf, adalah alat yang berfungsi mengukur suhu kelembaban otomatis yang nanti hasilnya seperti halnya ada tinta diatas kertas pias.
Gambar kedua alat ini ada diatas.


6.    Campbell Stokes
Campbell stokes adalah sebuah alat berupa bola kaca yang menyerupai kaca lup, yang digunakan untuk menyinari kertas pias. Fungsi alat ini adalah untuk mengukur lamanya penyinaran yang ditandai dengan terbakarnya kertas pias.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYZMauZfLPNU_brWnW1rlSxbf9LH5vAqZYr0Yr6wWBnnB24Nbc4i1OivZrk-irGQyOx87BxJSafF79TqMpS3b9-nJjxtK4vZpVAGU2ogJWz6SUT1AX2jcsLPZXTVHzWGc6c70MjO2vvZ4/s1600/campbell.jpg
Campbell stokes
Macam-macam kertas pias:
1. Kertas pias lengkung, digunakan pada tanggal 15 oktober-28/29 februari
2. Kertas pias lurus, digunakan pada tanggal 1 maret- 11 april, atau 3 september-14 oktober
3. Kertas pias lengkung pendek, digunakan pada 12 april- 2 september

7.    Aktinograf
Aktinograf adalah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas radiasi matahari secara otomatis. Dengan tinggi 120cm diatas permukaan tanah, alat ini mempunyai sebuah pencatatan otomatis diatas sebuah kertas putih bergrafik. kertas putih tersebut nantinya akan menuliskan grafik sesuai dengan penerimaan cahaya pada bola kaca yang menyerupai campbell tadi. Perlu diketahui, penggantian kertas aktinograf adalah tiap pukul 20.00, atau tergantung gmt pukul 03.00 (greenwich mean time ) wilayah barat. atau rumusnya gmt +7 jam

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPN2WPT3Z3-FuGZiDbj7jyst3pNursie6GJPxedT9CJaHLF3YGibNPetqMk81HhbL33Lozrk2zjjG2Z6cwxw2qgzNAkxogBcYKOXaYwND_GpoXDP5UtqzqHFmfdckgYIcijZfZnbyubgg/s1600/aktinograf.jpg
Aktinograf
8.    Ombrometer
Ombrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur hujan. ada dua jenis ombrometer, yaitu ombrometer observarium, dan penakar hujan otomatis (tipe hellman).

1. Ombrometer Observarium
Penakar hujan ini tipe non otomatis (non recording), bentuknya sederhana terbuat dari seng plat tinggi kurang lebih 60 cm dicat aluminium, ada juga yang terbuat dari pipa pralon tinggi 100 cm. penakar hujan biasa terdiri atas :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC7YIrTT1vPHG4SNsCmsdpnNMZqO15KMOHQsYGbiii3hj3bWZpKPI1kKvObIzkPwbzsWR4bm-Q3iBJelQOAVqlfdhfqEUL1VN2VdKK13fbK_BPAz_r8MvM-nRRtMZo2X4srGUgVAbu-ek/s1600/ombrometer+manual.jpg
Ombrometer Manual Karangploso
§  Sebuah corong yang dapat dilepas dari bagian badan alat, mulut corong (bagian atasnya) terbuat dari kuningan yang berbentuk cincin (lingkaran ) dengan luas 100 cm2.
§  Bak tempat menampung air hujan.
§  Kran, untuk mengeluarkan air dari dalam bak ke gelas ukur.
§  Kaki yang berbentuk silinder, tempat memasang penakar hujan pada pondasi kayu dengan cara disekrup.
§  Gelas ukur penakar hujan untuk luas corong 100 cm2 , dengan skala ukur 0 s/d 25 mm. keseragaman pemasangan alat, cara pengamatan, dan waktu observasi sangat diperlukan untuk memperoleh hasil pengamatan yang teliti, dengan maksud data yang dihasilkan dapat dibandingkan satu sama lain.
Cara pengamatan curah hujan dengan alat ini adalah :
§  Pengamatan untuk curah hujan harus dilakukan tiap hari pada jam 07.00 waktu setempat (00.00 gmt), atau jam-jam tertentu.
§  Buka kunci pengaman dan letakkan gelas penakar hujan dibawah kran, kemudian kran dibuka agar airnya tertampung dalam gelas penakar.
§  Jika curah hujan diperkirakan melebihi 25 mm. sebelum mencapai skala 25 mm. kran ditutup dahulu, lakukan pembacaan dan catat. kemudian lanjutkan pengukuran sampai air dalam bak penakar habis, seluruh yang dicatat dijumlahkan.
§  Untuk menghindarkan kesalahan parallax (kesalahan yang disebabkan adanya penyimpangan ukuran yang pada awal perencanaan diabaikan. hal ini disebabkan ukuran tersebut biasanya sangat kecil, bahkan mendekati nol), pembacaan curah hujan pada gelas penakar dilakukan tepat pada dasar meniskusnya.
§  Bila dasar meniskus tidak tepat pada garis skala, diambil garis skala yang terdekat dengan dasar meniskus tadi.
§  Bila dasar meniskus tepat pada pertengahan antara dua garis skala, diambil atau dibaca ke angka yang ganjil, misalnya : 17,5 mm. menjadi 17 mm.. 24,5 mm. menjadi 25 mm.
§  Untuk pembacaan setinggi x mm dimana 0,5 / x / 1,5 mm, maka dibaca x = 1 mm.
§  Untuk pembacaan lebih kecil dari 0,5 mm, pada kartu hujan ditulis angka 0 (nol) dan tetap dinyatakan sebagai hari hujan.
§  Jika tidak ada hujan, beri tanda ( – ) atau ( . ) pada kartu hujan.
§  Jika tidak dapat dilakukan pengamatan dalam satu atau beberapa hari, beri tanda (x) pada kartu hujan.
§  Apabila gelas penakar hujan biasa (obs.) pecah, dapat digunakan gelas penakar hujan hellman dimana hasil yang dibaca dikalikan 2. atau dapat juga dipakai gelas ukur yang berskala ml. (cc), yang dapat dibeli di apotek terdekat.

2. Penakar Hujan Hellman
Adalah sebah alat pengukur hujan otomatis. Cara kerja alat ini adalah jika terjadi hujanm maka air hujan akan masuk dan menaikkan pelampung, lalu tinta akan naik dan menulis diatas kertas pias sesuai hujan yang diterima. 

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiRaQjsssZzVjBErSuYsPk1yL8vU_JOJRzg7Lk7pUP4OQSAbQsy7A8GxQOKkGWtsLq-FFq7yf14u4SXm71poBRFvzAQchdXkgBstJ-YL5GiDTa3JCYavm41qC8nWK_B7xVgyb412-YC1Y/s1600/penakar.jpg

9.    ARWS (Auto Rain Water Sampler)
Adalah digunakan untuk mengoperasikan penakar hujan otomatis untuk menampung sampel air hujan. Peralatan sensor yang dipakai ini sangat peka, begitu saat hujan terjadi maka motor penggerak  akan membuka tutup peralatan pengumpul sampel air hujan secara otomatis yang kemudian sampel air hujan dialirkan melalui selang ke botol plastik yang berbahan dasar polyethylene.
Sensor ini akan menutup secara otomatis selama tidak ada periode hujan (saat hujan berhenti) yang bertujuan untuk menghindari atau mencegah terkontaminasinya sampel air hujan oleh polutan yang terbawa saat periode endapan kering (dry deposition) seperti debu yang dibawa oleh angin.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTdKPH4QOBgTzo02hHecBUvMq00D9vrVjKe8eUm6Q4PSiuRMSE85rc7mJMVkKoBo4GeqOT2tOKcCyker4xkUkPNNzFUZOTCa8Z2QS_JNaYEQ5PDb4fSEEURY7Hy3eiCSvGWsDzMXBKwDU/s1600/ARWS.jpg
ARWS
10. Barometer
Adalah alat untuk mengukur tekanan udara. istilah barometer ini diperkenalkan pada 1665-1666 oleh seorang ilmuwan alam yang  berasal dari irlandia bernama Robert Boyle.
 Kata tersebut diturunkan dari sebuah istilah yunani báros yang berarti 'berat, bobot' dan métron yang berarti 'ukuran', yang berarti ukuran berat udara.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_l_yRM3EBGa9Nm9OLzj-rODqD0KXgBuBIDob9vZIZ96PWVCRhYB7Axj1w-lugLT6EjgJ3Vu3pERAlwVz7TU62fjqW3cKcUFKEtn0EK6-vHv7_gvKDVx1SgL3jfZzyJ1wNUC_twwOWdZc/s1600/barometer.jpg
Barometer




BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
STASIUN KLIMATOLOGI KARANG PLOSO

Description: 1439553672-BMKG-Karang-Ploso.jpg

BMKG mempunyai status sebuah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND), dipimpin oleh seorang Kepala Badan. BMKG mempunyai tugas : melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyelenggarakan fungsi 
Letak stasiun ini terdapat di Jalan Zentana No 33 Karangploso Malang 65152. Jika berdasarkan titik koordinatnya terletak di garis lintang: 0754’05” LS, dan digaris bujur :11235’48" BT, didirikan tahun 1998, dan dikelola langsung oleh BMKG pusat.

Tujuan pendirian stasiun adalah:
1.      Mengamati cuaca untuk keperluan prakiraan musim
2.      Untuk membantu didalam bidang pertanian dalam hal penentuan awal musim tanam yang baik
3.      memberikan informasi cuaca daerah Jawa Timur, khususnya wilayah Kota Malang dan sekitarnya.
4.      Berfungsi sebagai koordinator pengumpulan data curah hujan seluruh Jawa Timur.