This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 08 September 2019

Pemasangan Dan Pengenalan Ballast Elektronik Untuk Lampu Fluorescent (TL)

Ballast Elektronik Untuk Lampu Fluorescent (TL)


Penggunaan Ballast Elektronik

Ballast elektronik merupakan perkembangan dari ballast travo konvensional yang sering kita jumpai pada lampu fluorescent (TL). Lampu TL dengan travo merupakan jenis lampu penerangan dengan konsumsi daya yang relatif lebih rendah dari lampu bolam. Lampu TL juga memiliki temperature yang lebih rendah dibandingkan dengan lampu bolam dengan daya yang sama. Penggunaan ballast elektronik ini adalah perkembangan dari ballast travo yang memiliki efisiensi daya jauh lebih baik dari pada ballast travo.
Penggunaan lampu fluorescent, dan selanjutnya disebut lampu TL ini penggunaannya sudah sangat luas dan sangat umum baik untuk penerangan rumah ataupun penerangan pada industri-industri. Keuntungan dari lampu TL ini, seperti yang telah disebutkan di atas adalah menghasilkan cahaya output per watt daya yang digunakan lebih tinggi daripada lampu bolam biasa (incandescent lamp).
Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan bahwa 32 watt lampu TL akan mengjasilkan cahaya sebesar 1700 lumens pada jarak 1 meter sedangkan 75 watt lampu bolam biasa (lampu bolam dengan filamen tungsten) menghasilkan 1200 lumens. Atau dengan kata lain perbandingan effisiensi lampu TL dan lampu bolam adalah 53 : 16. Effiesiensi disini didefinisikan sebagai intensitas cahaya yang dihasilkan dibagi dengan daya listrik yang digunakan.

Lampu TL Standart (Dengan Trafo Ballast)

Walaupun lampu TL mempunyai keuntungan yang besar yaitu pada penghematan daya, lampu TL juga mempunyai kerugian. Kerugian lampu TL adalah :
  1. Besarnya biaya pembelian satu set lampu TL
  2. Tempat yang digunakan oleh satu set lampu TL lebih besar.
Oleh karena lampu TL standard masih mempunyai kelemahan seperti yang disebutkan di atas maka dengan electronic ballast tempat yang digunakan oleh sebuah lampu TL standar dapat diperkecil sehingga menyamai tempat yang digunakan oleh sebuah lampu bolam. Selain itu dengan electronic ballast dapat mengatasi adanya flicker yang disebabkan karena turunnya frekuensi tegangan supplai.

Blok Diagram Lampu TL Standar

Blok Diagram Lampu TL Standar
Operasional lampu TL standar hanya membutuhkan komponen yang sangat sedikit yaitu : Ballast (berupa induktor), starter, dan sebuah kapasitor (pada umumnya tidak digunakan) dan sebuah tabung lampu TL. Konstruksi ini dapat dilihat pada gambar diatas.
Tabung lampu TL ini diisi oleh semacam gas yang pada saat elektrodanya mendapat tegangan tinggi gas ini akan terionisasi sehingga menyebabkan elektron-elektron pada gas tersebut bergerak dan memendarkan lapisan fluorescent pada lapisan tabung lampu TL.
Starter merupakan komponen penting pada sistem lampu TL ini karena starter akan menghasilkan suatu pulsa trigger agar ballast dapat menghasilkan spike tegangan tinggi. Starter merupakan komponen bimetal yang dibangun di dalam sebuah tabung vacuum yang biasanya diisi dengan gas neon.

Prisnsip Kerja Lampu TL Standar

Ketika tegangan AC 220 volt di hubungkan ke satu set lampu TL maka tegangan diujung-ujung starter sudah cukup utuk menyebabkan gas nenon didalam tabung starter untuk panas (terionisasi) sehingga menyebabkan starter yang kondisi normalnya adalah normally open ini akan ‘closed’ sehingga gas neon di dalamnya dingin (deionisasi) dan dalam kondisi starter ‘closed’ ini terdapat aliran arus yang memanaskan filamen tabung lampu TL sehingga gas yang terdapat didalam tabung lampu TL ini terionisasi.
Pada saat gas neon di dalam tabung starter sudah cukup dingin maka bimetal di dalam tabung starter tersebut akan ‘open’ kembali sehingga ballast akan menghasilkan spike tegangan tinggi yang akan menyebabkan terdapat lompatan elektron dari kedua elektroda dan memendarkan lapisan fluorescent pada tabung lampu TL tersebut..
Perstiwa ini akan berulang ketika gas di dalam tabung lampu TL tidak terionisasi penuh sehingga tidak terdapat cukup arus yang melewati filamen lampu neon tersebut. Lampu neon akan tampak berkedip.
Selain itu jika tegangang induksi dari ballast tidak cukup besar maka walaupun tabung neon TL tersebut sudah terionisasi penuh tetap tidak akan menyebabkan lompatan elektron dari salah satu elektroda tersebut.
Besarnya tegangan spike yang dihasilkan oleh trafo ballast dapat ditentukan oleh rumus berikut :
Rumus Tegangan Spike Lampu TL Standart
Jika proses ‘starting up’ yang pertama tidak berhasil maka tegangan diujung-ujung starter akan cukup untuk menyebabkan gas neon di dalamnya untuk terionisasi (panas) sehingga starter ‘closed’. Dan seterusnya sampai lampu TL ini masuk pada kondisi steady state yaitu pada saat impedansinya turun menjadi ratusan ohm . Impedansi dari tabung akan turun dari dari ratusan megaohm menjadi ratusan ohm saja pada saat kondisi ‘steady state’. Arus yang ditarik oleh lampu TL tergantung dari impedansi trafo ballast seri dengan impedansi tabung lampu TL.
Selain itu karena tidak ada sinkronisasi dengan tegangan input maka ada kemungkinan pada saat starter berubah kondisi dari ‘closed’ ke ‘open’ terjadi pada saat tegangan AC turun mendekati nol sehingga tegangan yang dihasilkan oleh ballast tidak cukup untuk menyebabkan lompatan elektron pada tabung lampu TL.

Prinsip Kerja Ballast Elektronik (Electronic Ballast)

Pada prinsipnya kontroller lampu TL (sering disebut sebagai ballast elektronic) terdiri dari komponen yang memberikan arus dengan frekuensi tinggi di atas 18KHz. Frekuensi yang biasa dipakai adalah frekuensi 20KHz sampai 60KHz.
Ballast elektronik ini mempunyai beberapa keuntungan yaitu :
  1. Meningkatkan rasio perbandingan konversi daya listrik ke cahaya yang dihasilkan.
  2. Tidak terdeteksinya kedipan oleh mata karena kedipannya terjadi pada frekuensi yang sangat tinggi sehingga tidak dapat diikuti oleh kecepatan mata.
  3. Ballast elektronik ringan.
Tetapi dari keuntungannya tersebut ditebus dengan kerumitan rangkaian jika dibandingkan dengan ballast konvensional. Pada elektronik ballast terdapat 3 macam tipe yang sering digunakan yaitu :
  1. Flyback inverter
  2. Rangkaian Current source Resonant
  3. Rangkaian Voltage source resonant

Blok Diagram Ballast Elektronik

Blok Diagram Ballast Elektronik
Dibawah ini merupakan contoh aplikasi untuk ballast  elektronik dengan menggunakan transistor power BUL45.

Skema Rangkaian Ballast Elektronik

 
http://zonaelektro.net/ballast-elektronik-untuk-lampu-fluorescent-tl/image016-2/


Jenis Ballast Elektronik

Ballast Elektronik Tipe Flyback Inverter

Tipe ini tidak terlalu populer karena adanya pendekatan transien tegangan tinggi sehingga berdampak langsung dengan penggunaan tegangan rangkaian tegangan tinggi begitu pula dengan penggunaan komponen-komponen transistor untuk tegangan tinggi.

Blok Diagram Flyback Inverter

 Blok Diagram Flyback Inverter
Selain itu rangkaian flyback akan menurunkan efisiensi transistor karena kerugian pada saat switching . Kerugian yang utama yaitu flyback inverter akan menghasilkan tegangan berbentuk kotak dan arus berbentuk segitiga. Tegangan dengan bentuk gelombang seperti ini tidak cukup baik untuk lampu TL. Agar rangakaian ini dapat menghasilkan sinyal berbentuk sinus maka perlu ditambahkan komponen induktor dan kapasitor.

Ballast Elektronik Tipe Current Source Resonant

Untuk rangkaian dengan menggunakan teknik ini membutuhkan komponen tambahan induktor yang dinamakan feed choke. Komponen ini juga harus menggunakan transistor tegangan tinggi. Oleh karena itu rangkaian ballast elektronik ini membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Komponen transistor yang digunakan harus mempunyai karakteristik tegangan breakdown (VBR harus lebih besar dari 784 volt dan harus mampu mengalirkan arus kolektor sebesar 1 sampai 2A.

Blok Diagram Rangkaian Current Source Resonant

 Blok Diagram Rangkaian Current Source Resonant

Ballast Elektronik Rangkaian Voltage Source Resonant

Rangkaian ini paling banyak dipakai oleh berbagai industri ballast elektronik saat ini. Tegangan AC sebagai tegangan suplai disearahkan dengan mengggunakan bridge DR dan akan mengisi kapasistor bank C1. C1 akan menjadi sumber tegangan DC untuk tabung lampu TL. Kemudian sebuah input filter dibentuk untuk mencegah rangkaian dari tegangan transien dari tegangan suplai PLN dan melemahkan berbagai sumebr noise EMI (Electro Magnetic Interferrence) yang dihasilkan oleh frekuensi tinggi dari tabung lampu TL. Filter input ini dibentuk dengan rangkaian induktor dan kapasitor. Blok diagram rangkaian dapat dilihat pada gambar berikut.

Blok Diagram Rangkaian Voltage Source Resonant

 Blok Diagram Rangkaian Voltage Source Resonant
Input filter ini harus mempunyai spesifikasi yang baik karena harus dapat mencegah interferensi gelombang radio sehingga di Amerika input filter ini harus mempunyai sertifikat FCC.
Frekuensi resonansi yang dihasilkan dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan :
 rumus Frekuensi resonansi ballass
Pada saat rangkaian dihidupkan maka tabung TL akan mempunyai impedansi yang sangat besar sehingga C4 seakan-akan seri dengan L dan C3 sehingga didapatkan persamaan di atas.
Resonansi yang dihasilkan ini mempunyai tegangan yang cukup besar agar dapat mengionisasi gas yang berada di dalam tabung lampu TL tersebut. Kondisi ini akan menyebabkan kondisi strating yang tiba-tiba sehingga dapat memperpendek umur dari filamen karena filemen belum mendapatkan pemanasan yang cukup untuk mengemisikan elektron. Kondisi ini ditentukan oleh keadaan osilatornya.
Pada saat starting up ini pula terdapat arus peak yang sangat besar, sebesar 4 kali arus steady state. Oleh karena itu harus dipilih transistor yang mempunyai karakterisktik arus kolektor sebesar 4 x arus steady yaitu sekitar 2.75A. Arus steady besarnya sekita 0.75A. Sehingga Q1 dan Q2 harus mampu melewatkan arus sebesar 2.75A.
Ketika tabung TL telah terionisasi dengan penuh maka impedansinya akan turun menjadi ratusan ohm saja sehingga akan membuang muatan pada C4. Kondisi ini akan menggeser frekuensi resonansi ke nilai yang ditentukan oleh C3 dan L. Energi yang sedang digunakan tersebut sekarang lebih kecil begitu pula dengan tegangan di antara elektroda-elektrodanya menjadi kecil pula. Kondisi ini mengakhiri kondisi startup dari lampu TL ini.
Yang perlu diperhatikan dalam pengontrollan pada ballast elektronik adalah parameter dari transistor power yang digunakan yang mampu menggaransi terjadinya keadaan steady state dari lampu TL tersebut. Saat ini perkembangan lampu TL semakin beragam dan mayoritas telah menggunakan ballast elektronik.

Jumat, 18 Januari 2019

Jadwal Blog Baru

Hallo Guys berhubung Mimin jarang ngeblog sekarang mimin mau nulis lagi jadwalnya akan di mulai Bulan Febuari mendatang, jangan lupa di tunggu ya tulisan tulisannya. semoga dapat membantu kalian. jangan lupa di bagi di comment dan di share ke temen temen kalian agar mereka juga tau.

Selasa, 12 Desember 2017

Motivasi ku

Jangan terpuruk ketika kamu tengah berada dalam situasi terburuk. Tuhan memberikannya padamu, karena Dia ingin kamu lebih kuat dari sebelumnya.

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tidak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan teruslah melangkah.

Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.

Jika kamu memiliki keinginan tuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.

Mengucapkan kata-kata lebih mudah dibanding bertindak. Karenanya orang yang bijak adalah orang yang mampu mebuktikkan ungkapannya.

Hidup adalah serangkaian peristiwa alami dan spontan. Jangan melawan kehidupan yang hanya akan menciptakan kesedihan. Biarkan realitas menjadi kenyataan. Biarkan semuanya mengalir secara alami.
Hidup adalah Kesusahan yang harus diatasi. Rahasia yang harus digali. Tragedi yang harus dialami. Kegembiraan yang harus dibagikan. Cinta yang harus dinikmati, dan Tugas yang harus dilaksanakan.

Kamis, 17 Agustus 2017

Realita kemerdekaan

Pertama saya sebagai warga negara yang baik, saya ingin mengucapkan DIRGAHAYU INDONESIA KE-72 17 agustus 2017.
polemik di Lembah bawang memang sedikit aneh namun pada dasarnya akan sama jika ini berada di tempat- yang masih awam lainnya, bagaimana tidak??
pasalnya ada sedikitnya 4 perusahan yang menempati kecamatan ini 3 di antaranya adalah perkebunan kelapa sawit, dan 1 diantaranya adalah perusahan tambang.
bagai ayam mati di lumbung padi.
berikut gambar yang di cari menggunakan google.com miris bukan?? tapi memang realita disana.

Pt. Terkait di atas bangun jln sih tapi gak bisa untuk di lwati.

Jumat, 21 April 2017

LAPORANG MAGANG PEMUPUKAN PADA TANAMAN JERUK KEPROK BATU 55 DENGAN MENGGUNAKAN PUPUK PHONSKA DAN ZA Koleta Marini NIM : 2014330046

PEMUPUKAN PADA TANAMAN JERUK KEPROK BATU 55  DENGAN MENGGUNAKAN PUPUK PHONSKA DAN ZA

LAPORANG MAGANG


 








Oleh :
Koleta Marini
NIM : 2014330046



PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2016
Laporan magang mahasiswa yang dilaksanakan oleh :
Nama               : Koleta Marini
NIM                : 2014330046
Dengan Judul  : Pemupukan Pada Tanaman Jeruk Manis Dengan Menggunakan Pupuk phonska Dan Za

Disahkan pada:
Tanggal                       : ................................



Menyetujui,                                                                             Mengetahui,
Dosen pendanping,                                                     Ketua Program Studi,


Reza Prakoso Dwi Julianto, SP, MP.                      Ricky Indri Hapsari, SP. MP





Mengetahui,
Kepala Pimpinan/
Pembimbing Lapangan


Siswanto





 KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan bimbinganNya, sehingga laporan magang ini dapat terselesaikan dengan baik, dan tersusunnya laporan magang dengan judul “Budidaya Tanaman Sawi (Brassica juncea.L)” ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar S1 Sarjana Pertanian, di Fakultas Pertanian, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.
Pada kesempatan ini, dengan hormat Penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Ibu Dr. Ir. Widowati, MP. Sebagai Dekan Fakultas Pertanian.
2.      Ibu Ricky Indri Hapsari, SP.,MP.Sebagai KPS Agroteknologi
3.      Bapak Reza Prakoso Dwi Julianto, SP.,MP.Sebagai Dosen pembimbing.
4.      Bapak Siswanto Sebagai pembimbing lapang.
Selama penyusunan Laporan ini, masih banyak kekurangandan kekiliruan yang terdapat pada Laporan  ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak guna penyempurnaan Laporan ini.


                 
Malang, 26 februari 2016
Penulis





DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAH ...........................................................................................        I
KATA PENGANTAR ..............................................................................................       II
DAFTAR ISI .............................................................................................................      III
DAFTAR TABEL .....................................................................................................      IV

BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................        1

1.1. Latar Belakang ............................................................................................        1
1.2. Tujuan .........................................................................................................        2

BAB 11 TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................        3

2.1. Sejarah Tanaman Sawi.................................................................................        3
2.2. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sawi....................................................        3
2.3. Syarat Tumbuh Tanaman Sawi....................................................................        5
2.4. Tipe dan Varietas Sawi................................................................................        5
2.5. Teknik Budidaya Tanaman Sawi................................................................         6

BAB III WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN..........................................      11

3.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan..................................................................      11
3.2. Metodelogi...................................................................................................      11
        
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................................      12

4.1.  Sejarah Lokasi Magang...............................................................................      12
4.2.  Pembahasan.................................................................................................      13

BAB V PENUTUP.....................................................................................................      17

5.1. Kesimpulan..................................................................................................      17
5.2. Saran............................................................................................................      17

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................      18
LAMPIRAN SURAT KETERANGAN MAGANG.............................................     19
LAMPIRAN CATATAN .........................................................................................      20
LAMPIRAN KEHADIRAN WAKTU  DI TEMPAT MAGANG ......................      21
FOTO KEGIATAN MAGANG................................................................................      24






DAFTAR TABEL


Tabel                                                                                                                       Halaman

1.    Rataan Suhu Harian Di Lokasi Magang...............................................................       25
2.    Persiapan Lahan Dan Alat Yang Perlu Di Gunakan ............................................       26
3.    Jenis Penyakit Dan Obat Yang Di Gunakan Pada Tanaman ...............................       27

























 1.      PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
             Menurut pengertian luas, pemupukan adalah pemberian bahan kepada tanah dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah. Bahan itu tidak mencakup air, yang pemberiannya disebut irigasi. Memang irigasi dapat juga berperan pemupukan tertentu, karena air mengadung zat hara terlarut atau tersuspensi. Pemupukan menurut pengertian khusus adalah pemberian bahan yang dimaksudakan untuk menambah hara tanaman pada tanah. Pemberian bahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki suasana tanah dalam artian untuk memperbaiki ataupun menambah unsur hara yang ada didalam tanah. Pemberian bahan kepada tanah tersebut juga betujuan untuk memperbaiki kandungan didalam tanah baik fisika, kimia ataupun biologi tanah.
Pemupukan untuk tanaman sendiri bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Banyak pemupukan yang dilakukan dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Akan tetapi seringkali pemupukan yang dilakukan dengan tujuan mengoptimalkan petumbuhan dan memaksimalkan produksi suatu tanaman membuat pertumbuhan tanaman tersebut menjadi terhambat dan produksi tanaman tersebut menjadi menurun.Ada beberapa hal yang menjadi penyebab hal tersebut. Salah satunya adalah dosis pupuk yang diberikan terlalu banyak. Selain itu dapat juga pemupukan yang dilakukan juga tidak memenuhi 5 tepat pemupukan. Takaran pupuk yang digunakan untuk memupuk satu jenis tanaman akan berbeda untuk masing-masing jenis tanah, hal ini dapat dipahami karena setiap jenis tanah memiliki karakteristik dan susunan kimia tanah yang berbeda. Ada beberapa hal penting yang perlu dicermati untuk mendapatkan efisiensi dalam pemupukan, antara lain : jenis pupuk yang digunakan, sifat dari pupuk itu sendiri, waktu pemupukan dan syarat pemberian pupuk serta cara atau metode pemupukan.
Oleh karena itu pemupukan  menjadi hal yang sangat penting dalam proses produksi suatu komoditas dalam bidang pertanian karena pemupukan  akan menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah tanaman tersebut dapat tumbuh dengan optimal dan menghasilkan produksi yang maksimal atau tidak.
1.2. Tujuan
Tujuan dari magang ini adalah :Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam pemupukan tanaman jeruk; Mempertahankan /meningkatkan status unsur hara dalam tanah; Menyediakan unsur hara secara seimbang bagi pertumbuhan tanaman; Meningkatkan produktivitas buah.
2.      TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Jeruk Manis
Tanaman  Jeruk manis di kenal dengan nama latin citrus sinensis linn. Tumbuhan ini merupakan  tanaman yang dapat tumbuh baik di daerah tropis maupun subtropis. Jeruk manis dapat beradaptasi dengan baik di daerah tropis pada ketinggian 900-1200 meter di atas permukaan  laut dan udara senantiasa lembab, serta mempunyai persyaratan air  tertentu (Rismunandar, 1986).tanaman jeruk manis dapat mencapai  ketinggian 3-10 m. Tangkai daun 0,5-3,5 cm. Daun berbentuk elips atau bulat telur memanjang . Buah jeruk berbentuk bulat atau bulat rata dan memiliki kulit buah yang tebal (sekitar 0,3 – 0,5 cm), daging buah kuning, jingga atau kemerah-merahan. Daging buah terbagi-bagi atas 8-13 segmen yang mengelilingi sumbu buah. Biji jeruk berbentuk bulat telur dan berwarna putih atau putih keabuan(Steenis, 1987).
Klasifikasi Tanaman
Divisi   : Spermatophyta
Kelas               : Angiospermae
Sub Kelas        : Monocotyledoneae
Bangsa                        : Rutales
Suku                : Rutaceae
Marga  : Citrus

Komposisi Kimia dan Nilai Gizi Buah Jeruk Manis
Komposisi kimia dan nilai gizi pada sari buah jeruk manis dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Komposisi Kimia dan Nilai Gizi per 100 gram
Sari Buah Jeruk Manis Komponen
Jumlah
Kalori (kal)
44,00
Protein (g)
0,80
Lemak (g)
0,20
Karbohidrat (g)
11,00
Kalsium (mg)
19,00
Fosfor (mg)
16,00
Vitamin A (SI)
190,00
Vitamin B1 (mg)
0,08
Vitamin C (mg)
49,00
Air (g)
87,50
Sumber : Departemen Kesehatan RI (1989)

2.2 Vitamin C pada buah jeruk
Vitamin C adalah vitamin yang tergolong vitamin yang larut dalam air. Sumber Vitamin C sebagian besar tergolong dari sayur-sayuran dan buah-buahan terutama buah-buahan segar. Asupan gizi rata-rata sehari sekitar 30 sampai 100 mg vitamin C yang dianjurkan untuk orang dewasa. Namun, terdapat variasi kebutuhan dalam individu yang berbeda (Sweetman, 2005).
2.3         Perubahan Vitamin C Dalam Buah
          Buah yang masih mentah mengandung vitamin C yang cukup banyak dan semakin tua buah semakin berkurang kandungan vitamin C – nya. Vitamin C juga disebut asam askorbat dapat disintesis dari D-glukosa atau D-galaktosa merupakan gula heksosa (Winarno dan Aman, 1981). Pada umumnya semakin banyak mendapat sinar matahari pada waktu tanaman tumbuh, semakin banyak pula kandungan asam askorbat (Apandi, 1984). Hal ini disebabkan semakin banyak mendapat cahaya, setiap proses fotosintesis akan semakin giat dan gula heksosa akan semakin banyak terbentuk. Kandungan asam askorbat akan mengalami penurunan selama penyimpanan terutama pada suhu penyimpanan yang tinggi. Kandungan asam askorbat setelah penyimpanan kira-kira 1/2 sampai 2/3 pada waktu panen (Pantastico, 1986).
Kerusakan mekanis juga dapat menyebabkan berkurangnya asam askorbat, karena asam askorbat sangat peka terhadap adanya oksidasi terutama oleh karena adanya enzim asam askorbat oksidase yang terdapat dalam jaringan tanaman (Apandi, 1984). Enzim lain yang dapat merusak asam askorbat secara tidak langsung adalah fenolase, sitokhrom oksidase dan peroksidase. Asam askorbat sangat mudah teroksidasi menjadi L-dehidroaskorbat yang masih mempunyai keaktifan sebagai vitamin C. Asam L-dehidroaskorbat secara kimia sangat labil dan dapat mengalami perubahan lebih lanjut menjadi asam L-diketogulat yang tidak memiliki keaktifan vitamin C lagi (Winarno dan Aman, 1981).
2.4         Penetapan Kadar Vitamin C
Berdasarkan titrasi dengan 2,6-diklorofenol indofenol, dimana terjadi reaksi reduksi 2,6- diklorofenol indofenol dengan adanya vitamin C dalam larutan asam. (Hashmi, 1986).
Larutan 2,6-diklorofenol indofenol dalam suasana netral atau basis akan berwarna biru sedang dalam suasana asam akan berwarna merah muda. Apabila 2,6-diklorofenol indofenol direduksi oleh asam askorbat maka akan menjadi tidak berwarna, dan bila semua asam askorbat sudah mereduksi 2,6-diklorofenol indofenol maka kelebihan larutan 2,6-diklorofenol indofenol sedikit saja sudah akan terlihat dengan terjadinya pewarnaan. Untuk perhitungan maka perlu dilakukan standarisasi larutan dengan vitamin C standar (Sudarmadji, 1989).

3.      BAHAN DAN METODE

3.1         Alat dan Bahan
Pupuk organik dan anorganik (pupuk kotoran sapi, phonska (NPK), dan ZA), kegiatan magang ini menggunakan beberapa metode yaitu :
1.    Metode Studi Kasus, melalui metode observasi, berpartisipasi, dan terlibat secara langsung dengan mengikuti kegiatan yang berlangsung di lapang atau lokasi tempat magang yang di tentukan khususnya dalam tatalaksana kegiatan tersebut.
2.    Metode tanya jawab kepada pembimbing lapangan cara bertanya secara langsung dengan petani di sekitarnya atau pekerja yang menangani tatalaksana Mulai dari penyemprotan , pemupukan, penanganan penyakit, pada tanaman jeruk.

3.2     Tempat dan Waktu
Kegiatan Magang Ini Dilaksanakan Di Desa Gading Kulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang, dimulai pada tanggal 28 Januari 2016 Sampai 26 Febuari 2016. Dilaksanakan di kelompok tani Sri Gading Perinci III dengan ketua kelompok bapak Siswanto.

3.3. Uraian Kegiatan
Ø  Melakukan penyemprotan pada tanaman jeruk ,penyemprotan itu di lakukan pada pagi hari .
Ø  Melakukan pemupukan pada tanaman kubis, pupuk yang di gunakan adalah pupuk phonsa sebanyak 2,2 gram per tanama kubis. Pemupukan tanaman jeruk dilakukan dengan memberi pupuk sebanyak 6 genggam tangan perpohon, pupuk yang di gunakan adalah pupuk Phonska dan ZA.
Ø  Pengamatan tanaman tomat, sebelum kegiatan pengamatan dilakukan kita terlebih dahulu melakukan pengolahan lahan, pengolahan lahan dilakukan dengan cara mencangkul etelah itu di beri pupuk SP36 dan pengapuran. Kegiatan pengapuran dimaksudkan untuk menaikan pH. Setelah kegiatan pengapuran dilanjutkan dengan kegiatan pemasangan mulsa. jarak tanam  yang digunakan adalah 36 cm x 100 cm.
Ø  Panen cabe: tanaman cabe siap dipanen pada umur 80 hari sedangkan waktu panen dilakukan setiap satu (1) minggu sekali, jarak tanam cabe yang digunakan adalah  35 cm x 40 cm.
Ø  Pengamatan tanaman  bawang  merah  jarak tanam 20 cm hama yang terdapat di bawang merah yaitu ulat , sedangkan umur bawang merah siap di panen  60- 65.
Ø  Pembersihan gulma diareal tanaman brokoli , jeruk , dan terong
Ø  Panen jeruk , setelah itu di cuci menggunakan sabun sangelet , tujuan di cuci supaya buah jeruknya awet dan tahan lama .
Ø  Pengamatan tanaman brokoli , sedangkan hama yang terdapat ditanaman brokoli lalat dan ulat.
Ø  Pengolahan lahan pada tanaman bawang , jarak tanam 20 cm di olah di gembur dan di kasi pupuk kandang .
Ø  Evaluasi pada tanaman cabe
Ø  Penyemprotan pada tanaman brokoli menggunakan fungsida , pupuk daun , dan racun ketika bahan tersebut di campur  di jadikan satu . melakukan penyemprotan perminggu 1 minggu sekali sedangkan luas lahan 4 ha .
Ø  Pembongkaran ajir pada tanaman buncis












 

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Sejarah Lokasi Magang
Lokasi magang di kelompok tani milik Bapak siswanto letaknya sangat strategis karena berada di sekitar pergunungan . Daerah ini lebih cocok untuk bercocok tanam sayuran dan buah – buahan , Jarak antara perumahan warga dengan perkebunan ini sekitar 300 meter, dengan luas area  1 Haktar. Kegiatan magang ini beralamat di Dusun perinci, Desa gading kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Berdirinya ini sejak tahun1999, dengan ijin mulai dari ketua RT/RW, Kepala Desa, Kecamatan, sampai ketingkat Kabupaten.
4.2.Kegiatan Pemupukan Tanaman jeruk
            Kegiatan pemupukan merupakan salah satu kegiatan penting dalam melaksanakan kegiatan pertanian, terutama untuk tanaman tahunan seperti tanaman jeruk. Pemupukan dimaksudkan agar tanaman memperoleh unsur hara sehingga tanaman dapat tumbuh secara baik. Pemupukan tanaman jeruk di kelompok tani sri gading perinci III dilakukan dengan memberikan pupuk organik dan pupuk anorganik. Pemupukan dilakuka secara bersamaan. Pupuk organik yang diberikan berupa pupuk kotoran sapi sedangkan pupuk anorganik yang diberikan adalah pupuk phonska (NPK). Dalam kegiatan pemupukan petani harus berhati-hati, dikarenakan pupuk organik mengandung senyawa mikroba dan pupuk anorganik mengandung bahan kimia, kedua zat tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu seteah melakukan aplikasi pemupukan diharapkan selalu mencuci tangan untuk mencegah terjadinya kontaminasi dalam tubuh manusia. Beberapa pupuk anorganik dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti iritasi kulit atau keracunan. Untuk keamanan, petani harus mematuhi tata cara penggunaan yang cepat .sebaiknya menggunakan kelengkapan pakaian kerja yang tepat seperti masker, sarung tangan, topi dan sepatu yang sesuai.
Pupuk organik dan anorganik diberikan dengan cara dicampur dengan takaran 1:1 (satu karung pupuk organik dan satu karung pupuk anorganik). Takaran saat melakukan pemupukan  adalah sebanyak enam genggam tangan atau sekitar 30 gram per tanaman.Pemupukan dilakukan ketika kondisi tanaman sudah berbuah, hal ini bertujuan untuk memperbanyak jumlah buah dan meningkatkan kualitas buah.


Description: D:\FOTO MAGANG\DSCN8802.JPG
 








Gambar 1 melakukan pemupukan  tanaman jeruk ,  1 pohon enam genggam .














5.      PENUTUP

5.1. Kesimpulan
            Dari hasil kigiatan magang dapat di simpulkan bahwa, tatalaksana pemeliharaan tanaman jeruk sangat baik milik Bapak Siswanto Desa gading kulon sangat mendukung dalam usaha pembangunan lebih lanjut. Namun tatalaksana (manajemen) pemasaran menyangkut manajemen perawatan sampai manejemen pencegahan dan upaya penangulangan sangat baik dan benar.

5.2. Saran
Setelah melaksanakan kegiatan magang disarankan, Cara pemupukan belum efisien hendaknya di sekitarnya tidak ada tanaman yang lain.Kebersihan di sekitar tanaman jeruk harus di rawat supaya tidak mengganggu disaat melakukan pemupukan.





















DAFTAR PUSTAKA

Apandi. 1984. Pada umumnya semakin banyak mendapat sinar matahari pada waktu tanaman tumbuh, semakin banyak pula kandungan asam askorbat.
Hashmi. 1986. Berdasarkan titrasi dengan 2,6-diklorofenol indofenol, dimana terjadi reaksi reduksi 2,6- diklorofenol indofenol dengan adanya vitamin C dalam larutan asam.
Pantastico. 1986. Kandungan asam askorbat setelah penyimpanan kira-kira 1/2 sampai 2/3 pada waktu panen.
Rismunandar.1986.Tanaman  Jeruk Manis Di Kenal Dengan Nama Latin Citrus Sinensis Linn.
Sudarmadji.1989. Untuk perhitungan maka perlu dilakukan standarisasi larutan dengan vitamin C standar.
Sweetman. 2005. Vitamin C Pada Buah Jeruk.
Winarno dan Aman. 1981. Perubahan Vitamin C Dalam Buah.




















LAMPIRAN 1 KEHADIRAN WAKTU DI TEMPAT MAGANG
LAMPIRAN KEGIATAN MAGANG
Hari Kamis 28 Januari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
O6:00 – 11:00
Penyemprotan Tanaman Jeruk
2
11:00
Pulang
Hari Jumat 29 Januari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00 -10:00
Melakukan Pemupukan Pada Tanaman Jeruk
2
10:00
Pulang
Hari Senin  01 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00 -11:00
Pengamatan Tanaman Tomat
2
11:00
Pulang
Hari Selasa 02 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00 -12:00
Panen Cabe
2
12:00
Pulang
Hari Rabu 03 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00 – 11:00
Pengamatan Tanaman Bawang Merah
2
11:00
Pulang
Hari Kamis 04 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00 -11:00
Pembersihan Gulma
2
11:00
Pulang
Jumat 05 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00 -10:00
Penyemprotan Tanaman Jeruk
2
10:00
Pulang
Selasa 09 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-12:00
Panen jeruk
2
12:00
pulang
Rabu 10 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-11:00
Pengamatan tanaman brokoli
2
11:00
pulang


Kamis 11 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-11:00
Pengamatan pengolahan lahan pada tanaman bawang
2
11:00
pulang
Jumat12 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-10:00
Evaluasi tanaman cabe
2
10:00
pulang
Senin 15 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-11:00
Pengamatan penyemprotan tanaman brokoli
2
11:00
pulang
Selasa 16 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-12:00
Pananaman  jeruk
2
12:00
pulang
Rabu 17 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-12:00
Penanaman jeruk
2
12:00
pulang
Kamis 18 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-12:00
Panen buncis
2
12:00
pulang
Jumat 19 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-11:00
Pembongkaran ajir pada tanaman buncis
2
11:00
pulang
Senin 22 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-12:00
Penanaman brokoli
2
12:00
pulang
Selasa 23 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-12:00
Pemasangan pagar untuk mengamankan tanaman jeruk
2
12:00
pulang
Rabu 24 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-12:00
Panen kacang
2
12:00
pulang


Kamis 25febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-12:00
Panen kacang
2
12:00
pulang
Jumat 26 Febuari 2016
No
Waktu
Kegiatan
1
06:00-11:00
Pamit kepada pembimbing lapangan

























DOKUMENTASI KEGIATAN
Description: D:\FOTO MAGANG\DSCN8797.JPG
Gambar 1 pencampuran pupuk Sedangkan pupuk yang di gunakan pupuk phonska dalam jumlah 1 karung dan pupuk za satu karung
Description: D:\FOTO MAGANG\DSCN8807.JPG
Gambar 2 Melakukan pemupukan, takaran pupuknya enam genggam.
Description: D:\FOTO MAGANG\101D3300\DSC_0191.JPG
Gambar 3 Perpisahan bersama kepala pembimbing lapangan